Skip to content

Review BUKU PENDUDUK IRIAN BARAT. Karya: Koentjaraningrat

April 13, 2012

Irian Barat merupakan daerah yang sangat menarik untuk dikaji ilmu antropologi. Dalam buku Koentjaraningrat “Penduduk Irian Barat”, daerah pedalaman Irian Barat digambarkan masih sangat tertinggal, bahkan belum mengenal teknologi logam. Pengetahuan teknologi masyarakat Irian Barat tidak berkembang sebelum pertemuannya dengan orang Eropa karena lebih dikarenakan letak geografis dari Irian Barat itu sendiri. Masyarakat Irian Barat memiliki kebudayaan yang berbeda-beda, meliputi cara hidup, agama-kepercayaan, sistem kekerabatan, bahasa, dan lain sebagainya. Di ranah kebudayaan inilah perkembangan masyarakat Irian Barat terjadi.

Pertemuan pertama penduduk pribumi Irian Barat dengan orang luar daerah mungkin terjadi saat sultan Tidore berusaha memperluas daerah kekuasaannya ke daerah tersebut. Kemudian bangsa Eropa yakni Spanyol dan Portugis pertama kali mulai menapaki Irian Barat pada abad ke-XV. Baru kemudian pada abad ke XVI Belanda melalui organisasi dagangnya Vereenigde Oost-Indische Compagnie sampai di Irian Barat, yang kemudian menganggapnya sebagai daerah jajahan.

Belanda mengadakan penelitian dan ekspedisi yang dilakukan oleh perwira dan anak buahnya untuk melihat kemungkinan perkembangan ekonomi di Irian Barat yang dapat menguntungkan negerinya. Mereka mengumpulkan keterangan-keterangan mengenai topografi daerah, keadaan tumbuh-tumbuhan dan penduduk pribumi Irian Barat. Selain penelitian oleh ekspedisi militer, sejak awal abad ke-XX ada pula penelitian oleh ekspedisi ilmiah yang dilakukan oleh berbagai badan ilmu pengetahuan untuk mempelajari ciri-ciri jasmaniah dan cara hidup penduduk pribumi. Anggota ekspedisi inilah yang merupakan orang-orang asing pertama yang berhubungan dengan penduduk pribumi di daerah pedalaman. Sejak pertengahan  abad ke-XIX, para penyiar agama Nasrani juga mulai menyebarkan agamanya di Irian Barat. Pejabat-pejabat pemerintah jajahan Belanda baru ditempatkan di Irian Barat pada akhir abad ke-XIX. Para pejabat ini berkewajiban mengusahakan ketentraman dan perdamaian di kalangan penduduk sebagai syarat dalam melaksanakan pemerintahan yang wajar. Jadi, penyiar agama, peneliti, dan pejabat pemerintah inilah yang mempunyai peran besar dalam mempertemukan kebudayaan  pribumi dengan kebudayaan dari  luar Irian Barat. Merekalah sesungguhnya yang berusaha mempercepat proses akulturasi di Irian Barat.

Dalam buku ini disebutkan bahwa kita, sebagai orang Indonesia sebaiknya melihat proses-proses perubahan dalam masyarakat Irian Barat sebagai proses pertumbuhan kumpulan manusia-manusia yang akan mewujudkan negara Indonesia. Meskipun banyak terdapat perbedaan sosial dan kepentingan dalam masyarakat Irian Barat, namun dijumpai faktor-faktor yang semula tidak ada kemudian tumbuh sebagai akibat perpaduan kebudayaan masyarakat pribumi dengan kebudayaan yang berasal dari luar daerah Irian Barat. Kesadaran akan adanya faktor pemisah memungkinkan kita untuk berusaha menghindari timbulnya pertentangan dan konflik di kalangan penduduk. Sedangkan kesadaran akan adanya faktor penyatu memungkinkan kita memperkuat faktor tersebut dalam rangka usah mempercepat perkembangan negara Indonesia  sebagai satu kesatuan yang kokoh. Contoh faktor penyatu tersebut adalah bahasa Indonesia, nama “Indonesia” dan bendera “Merah Putih” dan simbol-simbol persatuan lainnya yang juga akan menjadi bagian dari kebudayaan penduduk daerah Irian Barat. Kebudayaan masyarakat setempat tidak usah hilang. Kebudayaan  tersebut  hanya  diperkaya dengan unsur-unsur kebudayaan yang berasal dari luar Irian Barat, unsur-unsur kebudayaan yang mempersatukan penduduk Irian Barat dengan penduduk pulau lain di Indonesia menjadi satu kesatuan negara yang kokoh dan jaya.

From → Antropologi

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: