Skip to content

PREVIEW BUKU ARTI ANTROPOLOGI UNTUK INDONESIA MASA INI. Karya: Koentjaraningrat

April 13, 2012

Mayoritas masyarakat memandang bahwa antropologi hanya mempelajari bangsa-bangsa primitif. Tapi itu adalah pandangan lama yang keliru dari masyarakat dalam mengartikan ilmu antropologi. Mulai menjelang Perang Dunia II, antropologi berkembang pesat menjadi ilmu yang  mempunyai  tujuan untuk memehamai berbagai masalah dalam kehidupan masyarakat dan kebudayaan manusia zaman sekarang.

Memang belum ada pandangan yang sama dari setiap negara dalam memahami tentang ilmu antropologi. Hal ini karena perbedaan kebutuhan setiap negara akan ilmu antropologi itu sindiri. Para ahli antropologi Indonesia harus dapat memberi warna dan ciri khas tersendiri pada ilmu antropologi di Indonesia tanpa meniru ilmu-ilmu antropologi  di negara lain. Namun, himpunan konsep, metode dan teori dari negara-negara lain juga penting sebagai bahan komparasi untuk menganalisa aneka warna masyarakat dan kebudayaan manusia yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia masa kini, yaitu:

  1. Pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang demokratis
  2. Pembangunan ekonomi dan modernisasai
  3. Pembentukan persahabatan yang baik  dengan negara-negara lain di  dunia.

Dalam buku ini Koentjaraningrat juga menyebutkan kualifikasi yang harus dimiliki oleh seorang ahli antropologi dalam menjalankan tugasnya dalam memenuhi kebutuhan Indonesia masa kini, yaitu:

  1. Menguasai segala metode-metode  penelitian dan analisa dari sub-ilmu entologi dan antropologi sosial
  2. Menguasai pengetahuan mengenai aneka warna masyarakat dan kebudayaan rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke
  3. Menguasai dasar-dasar dari berbagai macam sub-ilmu antropologi, seperti paleo-antropologi, antropologi fisik, prehistori dan entolinguistik
  4. Mengetahui  bahan etnografi mengenai masyarakat dan kebudayaan rakyat dari negara-negara lain
  5. Memiliki  pengetahuan yang cukup baik tentang ilmu-ilmu lain yang dekat  dengan  ilmu antropologi, seperti sosiologi, geografi, linguistik, sejarah, ekonomi dan lain-lain.

Tugas lain dari ahli antropologi Indonesia adalah membina pengetahuan dan pengertian rakyat tentang aneka ragam bentuk masyarakat dan kebudayaan penduduk di tanah air melalui pendidikan di sekolah-sekolah, maupun dalam kepustakaan dan bacaan-bacaan untuk masyarakat umum. Dalam hal ini, ilmu antropologi sudah sejak lama diajarkan pada sekolah-sekolah menengah  di  Indonesia. Tujuan utama dari pelajaran ilmu antropologi yang diajarkan di sekolah adalah memberi pengertia kepada pelajar dan masyarakat mengenai: (a) keanekaragaman masyarakat dan kebudayaan dan di Indonesia, serta dasar persamaan yang ada di belakang keanekaragaman itu (bhineka tunggal ika), (b) masyarakat dan kebudayaan rakyat Indonesia di lapisan rakyat pedesaan, (c) masyarakat dan kebudayaan rakyat lain di daerah-daerah lain di dunia. Namun, kualitas dari pelajaran ilmu antropologi itu belum begitu baik, sehingga tujuan tersebut belum dapat tercapai. Ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan pelajaran ilmu antropologi kepada pelajar kita di institusi pendidikan resmi pemerintah, dalam hal ini sekolah menengah, antara lain:

  1. Bahan-bahan pelajaran sebaiknya disesuaikan dengan sifat perhatian dan kemampuan menangkap dari para pelajar di tingkat sekolah menengah
  2. Bahan pelajaran sebaiknya disertai oleh sebanyak mungkin bahan visual dengan menyusun buku-buku pelajaran yang memuat sebanyak mungkin gambar, peta, bagan, dan sebagainya
  3. Para pelajar sebaiknya diberi tugas-tugas untuk mengupas gambar-gambar yang ada di dalam buku pelajaran tersebut, misalnya dengan mencari ornamen-ornamen tertentu,  mengupas bentuk-bentuk pakaian adat, dan sebagainya
  4. Bahan pelajaran sebaiknya mula-mula dipusatkan pada bahan dari suku-suku di Indonesia, kemudian secara konsentris perhatian dikembangkan ke luar Indonesia, mulai dari negara-negara tetangga,  dan seterusnya.

Oleh karena itu, diperlukan rencana pelajaran baru yang lebih baik untuk mencapai tujuan dari pelajaran ilmu antropologi. Rencana pelajaran yang lama tentu tidak dapat dirubah dalam waktu yang singkat. Hal itu karena keterbatasan sumber daya manusia dan sarana yang ada.  Rencana pelajaran tentang ilmu antropologi yang baru juga tidak dapat tercapai sekaligus, tetapi secara berangsur-angsur dan konkrit, seperti:

  1. Dengan pertemuan-pertemuan para guru yang bertugas memberi pelajaran ilmu antropologi di sekolah menengah dengan para ahli  dalam ilmu tersebut dan pimpinan inspeksi dari P.D.K. Dalam pertemuan ini, para guru yang secara konkrit berpengalaman dalam menghadapi pelajar di sekolah dapat mengajukan saran-saran mereka.
  2. Dengan menulis sebuah buku pelajaran baru dalam waktu secepat mungkin yang secara konkrit mengandung bahan menurut rencana pelajaran yang baru. Hendaknya buku itu tidak ditulis oleh satu orang, tetapi pembuatannya merupakan suati joit project, yang dikerjakan oleh suatu panitian yang terdiri dari guru, para ahli dan seniman-seniman.
  3. Dengan memberi anjuran kepada para ahli yang mengajar di perguruan pendidikan guru, untuk membekali calon-calon guru agar siap dengan rencana yang baru itu.

From → Antropologi

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: