Skip to content

PERAN ETIKA DI DUNIA KEILMUAN DALAM PENCEGAHAN PLAGIARISME

Desember 30, 2011

Setiap aspek kehidupan pasti memiliki etika yang harus ditaati oleh setiap insan yang bergelut di dalamnya. Demikian pula dalam kehidupan ilmiah memiliki etika yang biasa kita kenal dengan nama etika keilmuan. Etika keilmuan ini mengenai tentang nilai-nilai yang baik dan buruk, juga tentang hak dan kewajiban bagi seorang ilmuan atau mahasiswa. Karena itu etika keilmuan perannya sangat penting dalam kehidupan ilmiah.

Etika keilmuan menyoroti aspek bagaimana peran mahasiswa terhadap kegiatan yang sedang dilakukannya. Mahasiswa harus mempunyai peran aktif dan tanggung jawab, baik dalam belajar maupun penelitian yang dilakukannya, jangan  hanya ikut-ikutan saja, apalagi sampai melakukan praktek plagiarism. Dengan melakukan plagiarisme maka mahasiswa sudah tidak memiliki peran lagi baik untuk dirinya sendiri apalagi untuk masyarakat.Mahasiswa yang hanya menjiplak tidak akan menghasilkan apa-apa yang berguna untuk kemajuan karena karya yang dihasilkan sudah ada sebelumnya.

Masalah lain dalam etika keilmuan adalah tentang bebas nilai dan tidak bebas nilai. Bebas nilai berarti mahasiswa bebas melakukan penelitian apapun yang mereka inginkan, namun harus tetap disertai tanggung jawab akan kejujuran penelitian yang dilakukan. Suatu penelitian harus benar-benar murni dari ide sendiri, bukan hasil dari penjiplakan ide atau karya orang lain. Sedangkan tidak bebas nilai adalah hambatan dari norma-norma yang berlaku di masyarakat yang membatasi kebebasan mahasiswa dalam melakukan penelitiannya. Namun bila diambil dari sisi positifnya, aturan tidak bebas nilai ini juga dapat mempertegas bahwa plagiarisme adalah pantangan dalam melakukan suatu penelitian, karena pasti setiap norma yang ada melarang adanya praktek penjiplakan karya orang lain.

Dapat disimpulkan betapa pentingnya etika keilmuan di kehidupan ilmiah dalam hal pencegahan plagiarisme. Etika keilmuan memagari mahasiswa agar tidak akan terjerumus dalam praktek plagiarirme. Dengan melaksanakan etika keilmuan secara otomatis peranan mahasiswa akan menjadi nyata, baik dalam kehidupan ilmiah itu sendiri maupun kehidupan masyarakat pada umumnya. Peran itu terlihat dari akan terciptanya karya-karya ilmiah baru yang bermanfaat bagi kehidupan. Karya ilmiah yang baru itu bisa terwujud bila penelitian yang dilakukan bukan hasil dari praktek plagiarisme.

From → Metode Penulisan

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: